Faktor Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional

Posted by Sumber Ilmu Hukum on Kamis, 28 Desember 2017

Loading...

Dalam kehidupan politik antarbangsa dan antarnegara, sengketa internasional adalah hal yang sangat sering terjadi. Sengketa internasional adalah konflik kepentingan antara satu negara dengan negara lainnya atau antara negara dengan individu atau kelompok. Sengketa internasional merupakan bentuk perselisihan yang harus diatasi sesegera mungkin karena akan menimbulkan hal yang sangat berbahaya bagi banyak pihak dan dunia.

Sengketa internasional biasa  muncul karena ada rasa ketidakpuasan salah satu pihak dalam berbagai bidang. Kerja sama ekonomi, kehidupan politik, hingga hubungan internasional bisa memicu konflik yang menimbulkan sengketa internasional sewaktu-waktu. 

Secara umum, kita dapat melihat beberapa penyebab sengketa internasional antara lain sebagai berikut :
Masalah perbatasan
Perbedaan ideologis
Masalah ekonomi
Pelanggaran hak asasi manusia
Intervensi terhadap kedaulatan
Ektrimisme
Ancaman terhadap perdamaian dunia
Pelanggaran terhadap perjanjian internasional

Faktor Penyebab Timbulnya Sengketa Internasional


Masalah perbatasan

Masalah perbatasan adalah masalah yang paling sering terjadi dalam hubungan internasional. Batas negara kerap kali dilanggar oleh salah satu pihak secara seenaknya. Sengketa mengenai batas negara ini hampir mengenai seluruh negara di dunia. Bahkan meskipun telah diselesaikan melalui perjanjian internasional, sengketa wilayah masih bisa terjadi di masa mendatang. Contoh sengketa internasional mengenai batas negara adalah :
  • Sengekta interanasional antara Indonesia dan Malaysia mengenai pulau Sipadan dan Ligitan serta Blok Ambalat.
  • Konflik berlarut antara Myanmar dan Bangladesh mengenai perbatasan kedua negara.
  • Konflik laten antara klaim China mengenai Laut Cina Selatan dengan Indonesia, Malaysia dan Filipina.
  • Sengketa antara India dan Pakistan mengenai wilayah Kashmir.
  • Sengketa Korea Selatan dan Jogja mengenai Pulau Dokdo.


Perbedaan ideologi politik

Ideologi politik yang bersebrangan sering kali menimbulkan sengketa internasional. Pasca perang dunia kedua, Uni Soviet dengan ideologi sosial serta Amerika Serikat yang Kapitalis dan demokratis berusaha untuk mempengaruhi dunia. Pasca perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika, masalah internasional karena perbedaan ideologi ini belum juga berakhir. Amerika Serikat seringkali berusaha melakukan intervensi dalam pemerintahan yang dianggap berseblahan dengan ideologi mereka. Salah satunya adalah Irak.

Masalah Ekonomi

Siapapun yang menguasai perekonomian internasional akan memiliki kemampuan untuk mengatur dan menata dunia. oleh karena itu, negara-negara di dunia berusaha untuk menanamkan pengaruh sehingga tidak jarang karena persaingan ekonomi ini menimbulkan sengketa internasional. Dampak buruknya, biasanya akan terjadi embargo ekonomi pada suatu negara terhadap negara lainnya. Amerika Serikat dan Eropa pernah melakukan pemboikotan terhadap produk Jepang karena adanya isu dumping (menjual dengan harga lebih murah di luar negeri dari pada di dalam negeri, biasanya dilakukan untuk melakukan ekspansi pasar).

Pelanggaran hak asasi manusia

Pelanggaran HAM mampu mendorong dunia internasional ikut mengutuk dan memboikot suatu negara. Pelanggaran hak asasi manusia pada suatu negara sering kali mendapatkan kecaman dunia dan bepotensi menyebabkan terjadinya perang terbuka. Beberapa contoh pelanggaran HAM pernah terjadi di Serbia. Saat itu, ratusan ribu muslim Bosnia dibunuh. Pelanggaran HAM juga pernah terjadi di Rwanda antara etnis Hutu dan Tutsi. Saat ini konflik yang tengah hangat dan menjadi pembicaraan dunia adalah konflik antara Myanmar dengan warga Rohingya.

Intervensi terhadap kedaulatan

Kedaulatan sebuah negara adalah hal yang sangat multak dipertahankan. Oleh karena itu, apabila ada suatu negara mencoba untuk melakukan intervensi terhadap kedaulatan negara lain, maka sengketa internasional pasti muncul. Intervensi dan campur tangan terhadap kedaulatan negara akan menimbulkan perlawanan dan memicu peperangan. Belum lama ini, Amerika Serikat melalui Presidennya Donald Trump mengumumkan pengakuan bahwa Yerusalem adalah ibu kota Israel. Tentu saja hal itu langsung menuai kecaman dunia karena mengancam kedaulatan Palestina.

Ektrimisme

Belakangan ini, muncul ektrimisme ISIS yang mengancam perdamaian dunia. ISIS adalah singkatan dari Islamic State of Irak and Suriah atau Negara Islam Irak Suriah. ISIS berusaha untuk membentuk suatu pemerintahan dengan cara memaksakan kehendak mereka. Hal ini menyebabkan terjadinya peperangan di banyak daerah-daerah yang coba dikuasai oleh pasukan ISIS. Ekstremisme, yaitu sikap dan tindakan yang selalu memaksakan kehendak kepada bangsa lain yang bahkan dapat merugikan negara.

Ancaman terhadap perdamaian dunia

Ada banyak perbuatan yang dianggap dapat mengacam perdamaian dunia. Tetapi yang paling sering mendapatkan sorotan adalah pengembangan teknologi senjata nuklir yang dipercaya mampu memusnahkan kehidupan manusia di bumi. Negara-negara yang dianggap mengembangkan teknologi senjata nuklir seperti Korea Utara dan Iran menjadi negara yang paling disorot oleh terutama Amerika Serikat. Oleh karena itu, jika kita menonton berita televisi seputar dunia internasional, seringkali kita mendengar konflik yang melibatkan negara-negara tersebut. Bukan tidak mungkin, suatu saat konflik itu akan menjadi sengketa internasional.

Pelanggaran terhadap perjanjian internasional

Dalam hubungan internasional, suatu negara akan bekerja sama dengan negara lainnya dalam beragam bidang, antara lain bidang ekonomi, politik, hukum, keamanan, dan lain-lain. Akan tetapi, terkadang ada satu pihak yang secara sengaja ataupun tidak telah melanggar perjanjian internasional yang disepakati bersama itu. Hal ini tentu saja memicu sengketa internasional antara para pihak yang telah membuat perjanjian tersebut.

Konflik internasional atau sengketa internasional adalah  masalah yang harus dipecahkan bersama-sama oleh seluruh warga dunia agar tercipta perdamaian dan kedamaian. Sengketa internasional hanya akan merugikan kedua belah pihak jika harus diselesaikan melalui peperangan. Oleh karena itu, maka diperlukan cara-cara penyelesaian sengketa internasional yang tidak merugikan para pihak yang bersengketa.

Loading...
Blog, Updated at: Desember 28, 2017

0 komentar:

Posting Komentar

Artikel Terbaru